Sabtu, 18 Oktober 2014

Permaisuri Hati

Memandangmu
Menimbulkan bahagia
Menimbulkan sebel
Menimbulkan sedih
Menimbulkan kangen
Kadang bercampur aduk
Tak tentu, tapi ...

Ku tak jemu memandangmu
Walau sebel
Walau sedih
Karena kangen
Karena bahagia
Diaduk dicampur rata

Kau masuk melalui mata
Meresap dalam urat-urat
Mengalir dalam darah
Menyatu dalam degupku

Kaulah, ya kau
Permaisuri hati
Bersemayam di atas cintaku
Mencabik merobek
Menambal menyulam
Kau rusak, lalu kau perbaiki
Semaumu

Ya, semaumu
Karena kau sendirian dalam hatiku
Sendirian
Masih sendirian

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar akan dimoderasi.
Maaf hanya membalas komentar dari author perempuan.

© 2012 JuvMom - Juvenile Mom's Stories | Powered by Blogger | Design by Enny Law