Rabu, 16 September 2015

Perlukah Suplemen Pelancar ASI?

Meski sudah menyusui dua kali saya tetap saja mengalami kendala saat pertama kali menyusui anak kedua. Mungkin salah satu hal yang membuat saya sulit menyusui pertama kali adalah kurangnya edukasi untuk merawat payudara saat hamil. Saya baru tahu caranya ketika minggu terakhir sebelum melahirkan. Dan hal itu ternyata gak cukup untuk membuat ASI saya keluar dengan lancar.

Saat anak pertama saya memang lebih sering periksa kandungan di dokter spesialis. Sedangkan anak kedua ini hanya beberapa kali periksa kandungan di dokter lalu yang terakhir di bidan. Ternyata periksa kandungan di bidan lebih nyaman. Apalagi bidannya banyak memberikan informasi yang belum pernah saya dapatkan dari dokter spesialis kandungan. Kalau di dokter spesialis kandungan biasanya saya memang gak banyak bertanya jadi ya gak dikasih tahu apa-apa kecuali hasil periksa kandungan saat itu. Soalnya saya juga bingung mau tanya apa, kecuali saya merasakan ada keluhan. Di tempat saya melahirkan anak kedua, bidannya sangat ramah. Tanpa saya perlu tanya, bidannya sudah bertanya duluan apakah saya sudah mendapatkan informasi yang saya perlukan perihal menyusui.

Jujur saja saya sudah dua kali gagal IMD. Nyesek banget gak sih. Saat melahirkan Aisyah sih masih mending. Sempat beberapa menit IMD kemudian diambil sama perawat untuk dibersihkan. Justru saat melahirkan Hafshoh, saya sama sekali gak bisa melakukan IMD. Padahal saat itu Hafshoh cukup lama berada di dada saya. Tapi ya gitu, gak bisa ngenyot puting. Hafshoh kecil kelihatan bingung gitu. Beda dengan Aisyah, saat ketemu puting langsung dikenyot. Jadi sebenarnya agak sedih juga. Apalagi ASI saya tetap saja gak kunjung lancar. Sampa Hafshoh berwarna kekuningan beberapa hari. Untungnya gak sampai parah, setelah itu normal kembali.

Saya juga sempat beli suplemen ASI Mama Soya. Tapi ternyata gak memberikan hasil. Akhirnya saya berhenti minum suplemen ASI dan ternyata ASI saya lama kelamaan lancar juga. Kuncinya adalah banyakin porsi makan sehingga produksi ASI semakin lancar. Jangan lupa juga banyakin minum sehingga gak kekurangan cairan.

Tapi terkadang saya kesulitan untuk makan dalam porsi banyak. Jangankan banyak, porsi normal pun kadang saya kesulitan. Punya dua bayi memang membuat saya lebih sibuk. Waktu saya terbagi untuk dua bayi, jadi terkadang saya lupa makan. Kalau sudah lupa makan biasanya ASI saya mulai seret. Mood saya pun jadi jelek karena rasa lapar. Di sinilah kadang saya mengakali dengan menggunakan suplemen ASI. Meski makan dengan porsi normal atau kurang dari itu ASI bisa tetap lancar.

Jadi sebenarnya, suplemen ASI itu gak selalu dibutuhkan oleh ibu menyusui. Tergantung kondisi sang ibu menyusui. Kalau memang dibutuhkan gak masalah mengkonsumsi suplemen menyusui.

1 komentar:

  1. Saya butuh, Mbak...
    Soalnya awalnya memang ada beberapa ml tapi karena sempat mengalami "stres" karena anak saya harus disinar untuk kondisi kuningnya, maka ASI saya jadi sedikit... tapi setelah 1 bulan minum pelancar ASI, saya sudah stop karena sudah lancar lagi ASInya...

    BalasHapus

Komentar akan dimoderasi.
Maaf hanya membalas komentar dari author perempuan.

© 2012 JuvMom - Juvenile Mom's Stories | Powered by Blogger | Design by Enny Law