Kamis, 01 Oktober 2015

Penyamaran yang Hampir Sempurna

Belalang Kayu
Sejak kecil saya memang bukan pecinta hewan. Mungkin karena saya gak pernah punya peliharaan atau karena ibu saya memang gak terlalu suka hewan jadi nurun ke anaknya. Dulu saya pernah punya peliharaan tikus putih. Tapi karena ibu saya gak suka akhirnya dikasih ke orang. Paling sering tuh pelihara ikan. Soalnya dapetin ikan itu mudah banget. Biasanya di depan sekolah banyak yang jualan ikan yang lucu-lucu. Harganya juga murah-murah jadi sering beli.

Setelah menikah dan punya anak saya memang gak suka punya peliharaan. Tinggal di rumah mertua yang banyak hewan peliharaannya kadang bikin agak sebel. Apalagi saya gak gitu suka kucing. Di sini kucing sampai ada dua. Belum lagi burung dan ayam hias. Hadeh, hampir kayak kebon binatang aja, hehe. Bapak mertua saya ternyata memang dari kecil suka dengan hewan. Hampir bermacam-macam hewan beliau pelihara.

Salah satu peliharaan yang paling bapak mertua saya suka ada kucing dan ayam. Memang sih kucing mertua saya lucu-lucu. Karena memang bukan kucing biasa. Tapi tetep saja saya selalu khawatir dengan bulu-bulu kucing. Khawatir akan ada dampak dari para kucing. Apalagi Aisyah suka banget main dengan kucing.

Saya sih lebih suka melihat hewan bebas. Bukan yang dipelihara di rumah. Selain karena saya gak suka dengan bau hewan, saya merasa kasihan dengan hewan tersebut. Saya memang gak tahu mereka senang atau enggak dipelihara. Jangankan hewan, manusia aja senengnya bebas kan. Jadi kasian kalau mereka dikurung.

Saya lebih suka mengamati hewan yang biasanya berkeliaran di sekitar tanaman. Apalagi hewan tersebut unik. Salah satunya adalah serangga seperti belalang yang satu ini. Beberapa waktu yang lalu sebelum pulang ke Surabaya saya melihat belalang kayu yang unik ini. Belalang ini awalnya saya pikir bukan serangga. Bentuknya memang terlihat seperti ranting pohon. Tapi ternyata ibu saya bilang itu bukan ranting pohon. Itu belalang kayu loh. Suami saya yang melihat belalang itu juga merasa takjub. Ternyata memang itu belalang kayu, bentuknya unik banget.

Salah satu hal yang membuat belalang ini ketahuan karena dia nempel di daun. Ada sedikit kejanggalan di sana. Kalau rantingkan seharusnya menyatu dengan batang. Tapi ini malah nempel di daun, jadi ketahuan kalau ini ternyata belalang kayu. Serangga yang satu ini memang unik. Maklum saya jarang lihat belalang kayak gini. Jadi rasanya takjub banget pas lihat.

6 komentar:

  1. aku sapai zoom fotonya, bener-bener samar ya ga kelhatan ada binatang. Aku takut semua binatang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, keren bgt belalang ini.

      Hapus
  2. Belalangnya jadi kayak Bunglon, menyesuaikan diri dg warna kayu. Jadi ngga kelihatan, ya.

    Aku biasa baen kalau sama Kucing. Tapi nek keton nakal yaaa.....wediii.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku gak suka kucing dari dulu, geli sm bulunya :D

      Hapus
  3. Aku baru tahu ada hewan ini, en. Kalo aku di rumah yang sering mampir kucing liar.

    BalasHapus
  4. serangga yo masak takut wkwkkw
    hayolohhhh maen ketempatku isinya kucing semua wkwkkw

    BalasHapus

Komentar akan dimoderasi.
Maaf hanya membalas komentar dari author perempuan.

© 2012 JuvMom - Juvenile Mom's Stories | Powered by Blogger | Design by Enny Law