Jumat, 06 November 2015

4 Perlengkapn Untuk Toilet Training

Beberapa waktu lalu saya sudah bercerita toilet training Aisyah. Memang banyak banget drama toilet training. Tapi gak masalah sih namanya juga belajar jadi wajar kalau masih sering salah. Toilet training Aisyah ini sebenarnya gak direncanakan sama sekali. Saya belum berfikir untuk toilet training karena Aisyah memang kadang suka belum terlalu mengerti ketika diajak bicara. Memang sih kalau ngomong kadang nyambung. Tapi untuk beberapa hal sepertinya dia belum paham.


Perlengkapan Toilet Training

Memulai toilet training memang bukan perkara mudah. Kita perlu melihat kesiapan sang anak. Gak hanya itu toilet training juga butuh perlengkapan khusus. Meski kadang kebutuhan anak beda-beda tapi mungkin list ini sekedar gari besarnya saja. Berikut adalah perelengkapan yang dibutuhkan untuk memulai toilet training.

1. Training Pant

Training pant ini bentuknya sama seperti celana dalam biasa. Hanya saja training pant dapat menampung pipis. Meski dapat menampung pipis training pant ini gak seperti clodi. Daya serapnya hanya dapat digunakan untuk menampung satu kali pipis. Saya sendiri belum menggunakan training pant. Masih nyari-nyari merk yang bagus. Dari Ecobum sendiri ada training pant cuma harganya mahal. Jadi saya nyari yang lain aja, yang gak mahal-mahal amat, hehe. Tapi kalau gak pakai training pant pun gak masalah sih. Yang penting kita rajin-rajin ngepel pipisnya supaya gak tersebar najisnya ke mana-mana.

2. Celana Dalam

Celana Dalam Bergambar
Celana Dalam Bergambar
Berhubung saya belum punya training pant, Aisyah saya pakaikan celana dalam biasa. Konsekuensinya kalau Aisyah pipis langsung basah kemana-mana. Tapi dari pada gak pakai celana dalam ya mending pakelah, haha. Biasanya anak kecil tertarik pakai celana dalam karena gambarnya. Cari celana dalam yang gambarnya lucu-lucu supaya anak termotivasi untuk pakai celana dalam dan melepas popok.

3. Alas Tidur Anti Air

Permasalahan saya dalam toilet training yang sejauh ini belum selesai adalah pipis malam hari. Pasalnya bukan cuma anaknya aja yang males ke kamar mandi malam-malam. Emaknya juga males, haha. Jadilah kalau gak mau terjadi kecelakaan mending kasur dipasang alas tidur anti air. Alas tidur ini bisa berupa perlak atau mungkin sprei anti air. Saya lebih memilih sprei anti air saja soalnya lebih praktis. Tapi kalau mau yang ekonomis bisa beli perlak yang dijual meteran dan sesuaikan dengan lebar kasur. Letakan perlaknya di bawah sprei supaya gak mengganggu kenyaman tidur.

4. Potty Seat

Meski Aisyah sudah punya potty seat tapi dia tetap gak mau pipis dan pup di sana. Sebenarnya potty seat ini mengenalkan anak tempat untuk buang kotoran. Selain itu memudahkan mereka untuk pipis dan pup. Soalnya kamar mandi kan biasanya memang didesain untuk orang dewasa. Anak-anak kadang sulit kalau harus pup di sana. Jadi salah satu solusinya kita bisa pakai potty seat. Bentuk potty seat ini bermacam-macam. Tinggal sesuaikan dengan budget.

4 komentar:

  1. aku gak sempet beli potty waktu itu jadi lasngung aja di toilet

    BalasHapus
  2. Klo mlm maknya kudu blajar ke kmr mndi dl, nanti anaknya ikutan biar gak ngompol hehe

    BalasHapus
  3. namanya anak-anak kadang suka meniru orang tua ato sodaranya, makanya gak suka kalau di potty :)

    BalasHapus
  4. Mom modern memang harus lebih cermat dalam parentng agar anaknya sehat dan cerdas. Beda dengan Emak jaman dulu ya.
    Terima kasih tipsnya
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus

Komentar akan dimoderasi.
Maaf hanya membalas komentar dari author perempuan.

© 2012 JuvMom - Juvenile Mom's Stories | Powered by Blogger | Design by Enny Law