Selasa, 03 November 2015

Tip Memilih Mainan Anak

Mainan Troly Buah
Mainan Troly Buah
Mainan dan anak-anak memang sangat erat hubungannya. Semua anak kecil pasti suka mainan. Mainan bukan hanya sekedar untuk bermain tapi dengan bermain dapat meningkatkan kecerdasan anak. Anak kecil yang kurang bermain cenderung lebih stres. Tapi sebaikan kita memilih mainan yang gak sekedar untuk kesenangan. Kalau bisa maian anak juga ada unsur edukasinya sehingga anak bermain sambil belajar.

Dengan metode bermain sambil belajar sang anak juga dapat terhindar dari rasa stres karena belajar. Percayalah gak ada anak kecil yang suka belajar. Mereka sukanya main. Maka dari itu jangan dipaksa belajar biarkan saja mereka bermain.

Tip Memilih Mainan Anak

Memilih mainan untuk anak ternyata gak boleh sembarangan. Sekarang ini memang banyak beredar maina dengar harga murah meriah. Pasti parang orang tua lebih memilih maian yang murah. Apalagi anak kecil memang mudah bosan dengan mainan. Jadi pasti banyak mainan yang terbengkalai.

Pastikan Ada Label SNI

Mungkin kelihatannya sepele tapi label SNI ini sangat penting. Dengan adanya label SNI berarti lembaga yang berwenang telah menjamin keamanan dan keselamatan dari barang tersebut. Sehingga kita bisa merasa cukup lega ketika memberikannya pada anak. Tanpa label SNI maian anak diragukan keamanannya dari bahan-bahan berbahaya. Memang mainan anak yang gak berlabel SNI lebih murah dari maian yang berlabel SNI. Tapi lebih baik cari aman dari pada bermasalah.

Umur Anak

Anak dibawah tiga tahun biasanya memang masih suka jilat-jilat sembarangan. Maka dari itu kita perlu dengan tepat memperhatikan keterangan maian. Biasanya tertera keterangan umur yang disarankan. Mainan seperti masak-masakan biasanya disarankan untuk anak umur tiga tahu di atas. Meski begitu, Aisyah sudah memainkannya tapi perlu pengawasan. Memang untuk beberapa anak mereka lebih suka maian yang kelihatannya gak sesuai dengan umurnya. Jika ingin memberikan mainan yang gak sesuai dengan umurnya disarankan gak meninggalkannya bermain sendirian tanpa pengawasan orang dewasa.

Jenis Mainan

Permainan anak perempuan dan laki-laki tentu saja berbeda. Anak laki-laki cenderung lebih menyukai mobil-mobilan. Sedangkan anak perempuan biasanya bermain masak-masakan atau boneka. Jangan sampai anak laki-laki bermain permainan anak perempuan. Hal ini dapat mempengaruhi keadaan mental anak. Dikhawatirkan sang anak berprilaku yang gak sesuai dengan jenis kelaminannya.

Bahan Mainan

Mainan anak-anak dibuat dari berbagai macam bahan. Tapi yang paling lumrah adalah bahan plastik. Bahan plastik ini memang menjadi pilihan karena gak mudah pecah. Berbeda dengan kacau atau bahan lain yang mudah pecah. Dengan bahan plastik ini anak relatif aman bermain. Apalagi anak kecil suka sekali membanting barang-barang. Dikhawaatirkan akan melukai diri sendiri jika menggunakan barang yang mudah pecah.

Bentuk Dan Ukuran Mainan

Ada beberapa mainan anak menggunakan komponen kecil hal ini perlu diperhatikan. Bagi anak dibawah umur tiga tahun biasanya mereka masih suka memasukan benda asing ke mulutnya. Maka dari itu kita perlu memperhatikan detail mainan yang akan kita beli. Apakah komponen kecil dari mainan tersebut mudah lepas, sehingga membahayakan sang anak.

8 komentar:

  1. hargaa, kalo mahal kadang suka ga tega belinya :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hhaha, iya aku juga. Tapi kdg sesekali beli yg mahal supaya mainannya ada yg agak bgs, hehe

      Hapus
  2. Betul banget, entah naluri atau gimana, anak cowokku tiap liat mobil, selalu interest :v.. ada juga boneka, gak begitu suka dia. Untuk sementara, beliin yang murah meriah dulu asal save, betul banget :D

    BalasHapus
  3. Waktu aku ngajar di British preschool seneng banget lihat mainan-mainannya, soalnya edukatif dan kualitasnya bagus. Akhir tahun kemarin aku resign dan trial di preschool lokal, sedih banget lihat mainannya... Selain kualitasnya jelek (gampang patah, dll, bisa bahaya buat anak-anak), aku juga meragukan sisi edukatifnya. Tapi ya itu dia, mainan yang bagus rata-rata lebih mahal dari makeup set ibunya. Jadi pasti pikir-pikir dulu sebelum beli, hihihi. Mudah-mudahan aja nanti lebih banyak mainan lagi yang aman tapi juga terjangkau :) Oh, iya Mbak, ngomong-ngomong mainan dan gender identity/disorder setelah diteliti kabarnya gak ada hubungannya. Kalau gak salah pernah dibahas di CNN dan New York Times juga. Makanya toko besar macam Target sekarang bagian mainannya hanya 1 dan ditentukan oleh usia, bukan gender. Tapi kalau di Indonesia sepertinya masih banyak yang khawatir dan stereotype nya masih kenceng :)

    BalasHapus
  4. tipsnya bagus nih, anak saya sekarang baru berumur 1 tahun, kalau sebelum2 saya belikan mainan, tapi sukanya cuma dimakan dikit2, padahal mainannya ada bunyi2an.lucu.

    BalasHapus
  5. Iya Mbak, maianan anak harus ber SNI shg ada jaminan keamanan. krn selain materialnya standar, juga sesuai usia anak-anak

    BalasHapus
  6. aku yang penting mainannya bisa dijual preloved :v :v

    BalasHapus
  7. Kalau untuk Faiz itu sekarang sudah bisa memilih sendiri, tinggal aku periksa aman enggak bahannya dan ketika ada Fira, saya teliti lagi apakah membahayakan Fira, runcingkan bentuknya? kalaupun runting dan Faiz ngotot aku ajari untuk bermain di luar rumah, jangan bersama Fira. Untuk Fira, ini yang aku bingung..sukanya mainan punya kakaknya . Aku beliin boneka malah takut...

    BalasHapus

Komentar akan dimoderasi.
Maaf hanya membalas komentar dari author perempuan.

© 2012 JuvMom - Juvenile Mom's Stories | Powered by Blogger | Design by Enny Law