Sabtu, 19 Desember 2015

Tips Menghadapi Anak Saat Marah

Tips Menghadapi Anak Saat Marah

Saat baru menjadi seorang ibu saya memang sering terheran-heran dengan perilaku balita. Saya memang gak terbiasa dengan rengekan balita. Terkadang saya bingung bagaimana menyikapi perilaku balita yang kadang menyebalkan. Apalagi ketika Aisyah sedang marah karena hal yang diinginkan gak diberikan. Satu-satunya cara yang bisa saya lakukan adalah bersabar. Meski kadang saya gak bisa sabar dan akhirnya nyubit. Kalau sudah begini biasanya Aisyah tambah marah.

Saya sadar bahwa anak kecil jika semakin dimarahi saat marah gak akan memberikan efek yang baik bagi mentalnya. Saat anak marah mereka sebenarnya hanya mencari perhatian. Atau terkadang kita salah mengartikan apa yang diinginkan. Kalau begini lebih baik menanganinya dengan lemah lembut dari para menggunakan kekerasan.

Redakan Kemarahan Dengan Pelukan

Tapi seiring berjalannya waktu saya mulai memahami apa yang harus saya lakukan ketika Aisyah sedang marah. Kemarahan gak bisa diredakan dengan kemarahan. Saya jadi teringat dulu ketika saya kecil, saat barang yang saya inginkan gak dikasih saya merasa marah. Saat marah itu saya dicubiti dan dibentak. Rasanya ternyata tambah kesal. Dan saya benci pada ibu saya saat itu.

Jadi ketika Aisyah tantrum saya terkadang gak berani membentakanya. Dan memang saya jarang bentak anak. Saya lebih memilih untuk memeluknya. Meski kalau dipeluk meronta-ronta. Tapi saya berusaha memeluknya tanpa ikutan marah. Sambil dipeluk saya juga mengusap punggungnya supaya dia merasa nyaman.

Mengalihkan Perhatian

Kadang jika memeluk Aisyah gak bisa meredakan kemarahannya saya ganti cara lain. Saya berusaha mengalihkan perhatiannya. Tapi perlu diingat kalau mengalihkan perhatian anak jangan sampai berbohong. Saya sering melihat orang tua yang berbohong ketika mengalihkan perhatian anaknya. Saya gak suka kalau harus berbohong seperti itu. Saya ingin anak saya jadi anak yang jujur jadi saya juga gak ingin mengajarinya berbohong.

Dari pada berbohong lebih baik alihkan perhatian anak pada mainan kesukaannya. Atau pada sesuatu yang kelihatannya menarik bagi si anak. Biasanya saya mengajak Aisyah mencari cicak di dinding untuk mengalihkan perhatiannya. Kadang sih berhasil, kalau marahnya sudah parah banget biasanya saya kasih susu UHT kalau belum masuk limit susunya hari itu.

Tanyakan Penyebab Kemarahannya

Bagi anak yang sudah bisa diajak komunikasi dua arah, kita bisa mengajakanya bicara saat marah. Coba tanya pelan-pelan apa yang membuatnya marah. Jika dia marah karena sesuatu yang dinginkan gak diberikan coba cari solusi lain jika hal itu memang bukan barang yang diperbolehkan. Saat Aisyah marah dan minta sesuatu yang dilarang biasanya saya menggantinya dengan hal yang lain. Terkadang kemarahannya bisa mereda kalau sudah begini.

7 komentar:

  1. Anakku nggak pernah marah apalagi ngamuk sama aku. Kalau sama bapaknya sering, meskipun masalahnya sama temannya wkwkwkk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagus dong :D
      anakku ini kyknya lg fase tantrum

      Hapus
  2. Kinza juga suka marah kadang-kadang, kalo dicuekin dikit haha

    BalasHapus
  3. Bener bener tantangan emang mba kalo anak lg tantrum.. Apalagi kalo lg di tempat umum, wuih, seru bgt dah :D

    BalasHapus
  4. kalau sampai sekarang paling kalo ngambek ya itu peluk tapi nangis bukan marah dan bukan tantrum :D
    aku biasanya cuekin seh.. trus abis itu baru nanya, ga lama biasanya

    BalasHapus

Komentar akan dimoderasi.
Maaf hanya membalas komentar dari author perempuan.

© 2012 JuvMom - Juvenile Mom's Stories | Powered by Blogger | Design by Enny Law