Sabtu, 27 Februari 2016

Pro Kontra Kantong Plastik Berbayar

Beberapa hari yang lalu saya memang cukup kaget ketika suami membeli popok sekali pakai di mini market gak pakai kantong plastik. Saat itu kami kepepet karena posisi kami lagi di rumah bude dan kehabisan popok. Saya heran kenapa popoknya ditaroh di motor tanpa plastik. Kata suami kalau pakai kantong plastik bayar lagi dua ratus rupiah. Akhirnya suami memilih untuk gak pakai kantong plastik. Saya awalnya berfikir negatif kok koret amat sih.

Plastik Berbayar di Mini Market atau Supermarket

Setelah pulang ke rumah dan buka Facebook, saya baru tahu ternyata sekarang pemerintah menerapkan hal yang sama kesemua tempat belanja. Akhirnya saya bisa menerima kenapa kantong plastik itu berbayar. Salah satu tujuannya adalah mengurangi penggunaan kantong plastik. Tahu sendiri dong kantong plastik gak ramah lingkunga, susah juga didaur ulang. Itulah mengapa pemerintah melakukan kebijakan seperti itu. Supaya orang mau gak mau bawa kantong belanja sendiri. Yakin deh kalau cuma dikasih penyuluhan doang, orang-orang masih gak bakal bawa kantong belanja sendiri. Kalau sudah berbayar gini orang bakalan mikir lagi untuk pakai kantong plastik.

Waktu beberapa hari lalu belanja ke CarreFour saya lupa bawa kantong belanja sendiri. Alhasil saya mau gak mau beli kantong plastik seharga dua ratus rupiah per kantongnya. Kami gak heran sih saat kasir menjelaskan kantong plastiknya berbayar. Jadi kami memang gak protes. Beda lagi dengan orang di kasir sebelah. Sepertinya dia belum tahu dengan kebijakan pemerintah yang satu ini. Ketika kasir menjelaskan mengenai kantong plastik berbayar ini dia kaget. Dan mengatakan pemerintah ini parah. Dia bilang, masa kantong plastik aja bayar.

Sepertinya orang ini belum ngerti dampat buruk pemakaian kantong plastik. Untuk meyakinkan orang itu suami juga mengatakan kalau di Alfamart pun juga begitu. Akhirnya orang itu tetap pakai kantong plastik berbayar karena dia gak mau beli kantong belanja yang disediakan oleh Carrefour. Gak heran sih soalnya kantong belanjanya itu tujuh ribu. Mending pake plastik aja, haha.

Ada Baiknya Kantong Plastik Jadi Berbayar

Di sosmed pun banyak juga orang yang koar-koar tentang kantong plastik berbayar ini. Ada yang pro ada yang kontra. Tapi saya sendiri lebih pro pada kebijakan pemerintah ini. Soalnya sudah hal yang umum kalau plastik ini menjadi masalah, selain karena gak ramah lingkungan sampah plastik ini sekali pakai. Meski pun kalau di rumah, plastik belanjanya gak langsung dibuang sih. Biasanya disimpen buah buang sampah. Tapi tetep aja ujung-ujungnya dibuang kan?

Maka dari itu lebih baik kalau belanja bawa kantong belanja sendiri. Selain biar lebih keren ramah lingkungan juga. Dulu saya juga ingin pakai kantong belanja sendiri. Tapi karena belum umum kadang suka malu sendiri, hehe. Jadi setelah kantong plastik jadi berbayar ini saya gak malu lagi untuk menyodorkan kantong belanja saya sendiri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar akan dimoderasi.
Maaf hanya membalas komentar dari author perempuan.

© 2012 JuvMom - Juvenile Mom's Stories | Powered by Blogger | Design by Enny Law