Senin, 21 Agustus 2017

Tidak Semua Ibu Mampu Memberi ASI Eksklusif

Berbicara mengenai anak memang tidak ada habisnya. Ada orang yang setelah melahirkan bilang ia tidak akan punya anak lagi karena takut proses melahirkan yang baru saja di alami. Namun, setelah setahun berlalu atau waktu yang lebih lama dari itu, tiba-tiba ia ingin hamil lagi. Banyak juga 'kan yang seperti itu? Kalau tidak banyak, mana mungkin Indonesia kesulitan dalam program KB dua anak lebih baik. Hehe.


Anak memang memberikan hiburan tersendiri bagi orang tuanya. Kalau tidak memberikan hiburan, untuk apa dia punya anak? Menambah kesibukan? Haha, saya rasa bukan itu. Buktinya banyak orang yang sudah menikah namun belum punya momongan, dia akan mencari solusi hingga ke spesialis kandungan untuk mendapatkan tips hamil yang topcer. Ini sebagai bukti bahwa anak memang mengisi relung kekosongan pasangan suami istri yang sudah menikah.

Setelah hamil pun, seorang istri akan berusaha sebaik mungkin menjaga kandungannya agar tetap sehat dan bisa melahirkan pada waktunya. Sang suami pun juga berusaha bersabar dengan tingkah istrinya yang agak sedikit aneh ketika ngidam. Semua ini dilakukan demi menyambut kehadiran buah hati. Tapi, tetap saja sang ibu lah yang mengalami kesulitan yang sangat banyak. Mulai tidak bisa tidur, hingga harus membawa beban berat sekitar 6 kilo setiap saat sampai bayinya lahir.

Semua kesulitan itu kadang belum tuntas, masih ada kesulitan lainnya yang harus dialami. Ya, salah satu kesulitan yang pasti dialami ibu hamil adalah proses melahirkan. Ada yang diberi kemudahan, ada yang tidak. Semua memang punya hikmah sendiri. Ada yang lahir normal, ada juga yang harus mengalami proses SC. Biaya SC? Jangan tanya! Setidaknya sehabis melahirkan, dompet sang suami akan kempes.

Masih belum selesai di sana, ada beberapa orang yang terkendala saat memberikan ASI eksklusif untuk anaknya. Bukan karena malas atau alasan absurd lainnya, tapi karena memang keadaannya terdesak. Tetangga depan rumahku sekarang ini juga anaknya tidak bisa diberi ASI eksklusif karena ibunya tidak bisa mengeluarkan ASI akibat mengkonsumsi obat tertentu yang digunakan untuk cepat mengeringkan bekas SC. Jadi, karena zaman sekarang susah sekali menemukan ibu susu, maka alternatifnya adalah susu formula.

Masih ada kasus lainnya yaitu ketika sang ibu mengalami sakit beberapa hari atau mungkin lebih lama dari itu. Jangankan menyusui, bisa berdiri saja untung-untungan. Maka mau tidak mau dalam keadaan ini bayi juga diberikan susu formula.

Dunia kedokteran pun mengakui memang tidak ada susu formula yang lebih bagus dari ASI. Memang di mana-mana ciptaan Alloh ini tidak ada yang menandingi. Kandungan gizinya pun pas untuk adik bayi. Namun, jikalau memang terdesak, maka salah satu solusinya adalah menggunakan susu formula.

Salah satu susu formula yang bagus adalah S26. S26 sendiri juga terdiri dari beberapa tahap, antara lain: S26 tahap 1 (umur 0-6 bulan), S26 tahap 2 (umur 1-3 tahun), dan tahap selanjutnya. Setiap tahap dari S26 ini memiliki kandungan gizi yang berbeda. Maka dari itu ada tahap-tahapnya menyesuaikan kebutuhan gizi bayi tersebut berdasarkan umurnya.

Dengan bantuan susu formula S26 ini setidaknya diharapkan anak bisa terpenuhi gizinya berupa DHA, AA, vitamin A dan vitamin lainnya, Omega 3 dan Omega 6, serta kandungan gizi lainnya. Sehingga bagi kamu yang tidak mampu memberikan ASI eksklusif tidak perlu terlalu cemas dengan tumbuh kembang bayimu.

1 komentar:

  1. sayaaa... sayaaa... saya salah satu ibu yang gak bisa kasih ASIX buat anak mbak =D

    BalasHapus

Komentar akan dimoderasi.
Maaf hanya membalas komentar dari author perempuan.

© 2012 JuvMom - Juvenile Mom's Stories | Powered by Blogger | Design by Enny Law