Sholat Ied Bersama Dua Bayi


Ramadan tahun ini memang spesial. Karena ini pertama kalinya saya harus berangkat sholat ied dengan membawa dua bayi sekaligus. Andai kata Aisyah laki-laki mungkin abinya masih bisa bawa ikut sholat. Tapi karena Aisyah perempuan jadi semua harus ikut saya. Dan sholat Ied bawa dua bayi itu rasanya deg-degan banget. Saya khawatir banget kalau Hamzah bakalan nangis saat tengah-tengah sholat. Belum lagi banyak hal yang bikin pikiran saya galau.

Awalnya saya ingin mengajak mertua untuk ikut sholat Ied, sayangnya mertua berhalangan, jadi saya pun akhirnya nekat untuk bawa dua bayi sekaligus. Memang mungkin saya bisa nitipin anak di mertua, tapi saya ingin anak-anak ikut melihat sholat Ied meski Hamzah mungkin gak ngerti. Toh juga ini jadi tantangan tersendiri bagi saya.

Akhirnya, rencana untuk sholat di masjid dekat rumah mertua pun buyar. Saya langsung ganti rencana untuk sholat di tempat terbuka untuk menghindari hal-hal yang gak dinginkan.

Apalagi saya tahu banget, Hamzah ini gak suka berada di tempat yang penuh dengan banyak orang dalam waktu lama. Jadi sholat di masjid bukan pilihan yang tepat.


Semua Berjalan dengan Baik

Nah, gara-gara ganti rencana ini saya pun sempat bingung karena di rumah gak ada koran, haha. Kalau mau sholat di lapangan harus bawa alas atau apalah. Qodarulloh, kami ternyata punya karpet plastik, haha. Langsung deh kami bergegas ke tempat terdekat, meski memang kami datang cukup mepet. Sepuluh menit setelah kedatangan kami sholat Ied pun dimulai.

Semua kekhawatiran saya akan Hamzah yang rewel saat sholat Ied ternyata sirnah. Hamzah dan Aisyah sangat anteng saat sholat Ied berlangsung. Meski Aisyah sholatnya masih gak sesuai tapi seeenggaknya dia cukup kondusif. Hamzah pun gak nangis sama sekali, padaha saya tahu dia sedang mengantuk. Mungkin karena berada di luar ruangan, makannya dia terlihat sangat senang meski mengantuk.

Setelah sholat Ied, Hamzah juga masih terlihat tenang, sangking senengnya karena Hamzah gak rewel saya menciumi pipinya sampai Hamzah tertawa. Rasanya lega banget bisa sholat Ied tanpa harus khawatir dengan suara tangisan bayi.

Justru malah saya tergangung dengan suara ponsel salah satu jamaah yang terus berbunyi dari awal sholat hingga selesai salam. Apalagi lagi suara imam sholat terdengar sayup-sayup karena saya memang telat datang dan dapat posisi di belakang banget. Tapi ya sudahlah disyukuri saja karena berhasil sholat Ied tanpa harus denger Hamzah nangis, hihi.


Kalau moms yang punya bayi gemana nih rasanya lebaran tahun ini?

1 komentar

Komentar akan dimoderasi.
Maaf hanya membalas komentar dari author perempuan.