Minggu, 02 Agustus 2015

Menanggulangi Kebiasaan Menghisap Jempol

Hi Mom! Seperti yang kita tahu sebagian besar bayi menghisap jempol atau jari tangan lainnya, statistik bahkan mencatat data yang cukup tinggi yaitu 80%. Biasanya hal ini akan berlanjut sampai anak mencapai usia 18 bulan. Tetapi kadang masih dijumpai sampai anak pada usia prasekolah, bahkan hingga usia 6 tahun ke atas. Sebagian besar anak dengan kebiaaan menghisap jempol pasti mempunyai obyek atau barang yang sering dipegang seperti selimut, mainan, serpihan baju, atau rambut mereka sendiri.

Mom, perlu kita ketahui, sebenarnya menghisap adalah salah satu refleks primitif pada semua anak normal yang masih bertahan hingga usia 4-6 bulan. Bila terus berlangsung berarti mereka memasuki tahap menghisap sebagai langkah pengenalan terhadap benda. Namun bila kebiasaan menghisap jari masih terus berlangsung maka kita peru telusuri apa pencetus yang membuat anak kita memilih untuk menghisap jari dibandingkan memeluk guling pada saat tidur, misalnya. Sebagian besar kebiasaan menghisap jari adalah kebiasaan yang timbul sejak anak masih usia sangat dini. Sebagian pendapat mengatakan bahwa dengan menghisap jempol berarti memuaskan diri sendiri yang dapat menghilangkan stress dan menenangkannya.

Menanggulangi Kebiasaan Menghisap Jempol

Tapi Mom, beberapa kebiasaan tidak hanya memiliki dampak yang baik, kadang justru memiliki lebih banyak dampak buruk bagi anak, dalam hal menghisap jari dapat menyebabkan:
  • Masalah pada gigi. Bila kebiasaan ini berlangsung sampai usia 4 tahun maka akan menyebabkan maloklusi pada gigi susu serta masalah pada tulang-tulang di rongga mulut.
  • Perubahan bentuk pada jari. Biasanya struktur tulang jari yang biasa dihisap tersebut akan sedikit mengalami perubahan, tidak jarang juga terjadi iritasi atau bahkan bisa terdapat koloni jamur pada kuku tersebut akibat terlalu lama berada dalam keadaan lembab.
  • Dan dapat meningkatkan resiko terjadinya infeksi saluran cerna. Jelas Mom, karena tangan anak kita tidak selalu steril.

Kapankah Kebiasaan Ini Perlu Diintervensi?

Menurut DR.Dr.Rini Sekartini,SpA(k) dari bagian Tumbuh Kembang Sosial Anak, menghisap jari di bawah usia 4 tahun merupakan hal normal dan tidak berhubungan dengan gangguan fungsi sosial dan perkembangan anak. Tidak memerlukan perlakuan khusus, karena sebagian besar akan menghilang di atas usia 4 tahun dan belum ada komplikasi yang timbul sebelum usia ini. Nah, apa saja peran kita sebagai orang tua?

Pahami Hal Ini Sebelum Intervensi

Sebelum mengintervensi sebaiknya Mom mengetahui kebiasaan sehari-hari anak-anak termasuk cara mereka beradaptasi terhadap lingkungan sekitar. Kadang anak merasa kurang percaya diri atau tidak tenang saat berada di lingkungan baru, kenali keadaan-keadaan seperti ini saat Mom sedang menghabiskan waktu bersama anak. Bila faktor pencetus emosional dan psikologi ditemukan maka intervensi dapat dilakukan.

Menguatkan anak untuk melakukan intervensi guna menghentikan kebiasaan ini, maka kerjasama anak sangat diperlukan. Ingat Mom, jangan berikan hukuman pada anak, karena justru anak akan semakin menolak untuk menghentikan kebiasaan ini.

Bagaimana cara melakukan intervensi bila kebiasaan berlangsung hingga lebih dari 4 tahun?

Mom, kita bisa melakukan intervensi dengan modifikasi perilaku dan beberapa cara pendekatan positif, misalnya:
  • Ingatkan anak, dapat dengan cara memberi catatan di kalender yang menyatakan keberhasilan anak tidak menghisap jari.
  • Berikan mereka reward, berupa hadiah seperti buku cerita bergambar, perilaku khusus, atau waktu berlibur dengan orang tua bila mereka bebas menghisap jari dalam kurun waktu yang telah diberikan, biarkan anak merasa bangga karena telah menghindari hal yang tidak baik sekalipun itu adalah hal yang sangat mereka gemari.
  • Berikan zat pahit, namun aman pada jari yang biasa mereka hisap saat siang atau jam tidur malam. Bahan tersebut bisa berasal dari daun jambu yang telah ditumbuk halus
Dengan lebih memperhatikan keadaan psiko-sosial anak sejak dini kita dapat mencegah kebiasaan yang tidak baik, mulai dari hal kecil sekalipun.

Salam Hangat
Dr. Arta Christin
-----------------------------------

Ini adalah guest post dari Dr. Artha Christin. Seorang dokter kelahiran Kotabumi yang tertarik untuk mengisi rubik parenting di Juvmom.com. Untuk melihat profil lengkapnya klik profil Dr. Artha Christin

3 komentar:

  1. aku pernah lihat anak kecil yang menghisap jempol, jempolnya jadi berbeda memang

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku belum pernah merhatiin bedanya. Tapi memang ngefek yah

      Hapus
  2. Anakku umur 4 bulan lagi seneng-senengnya ngisep jari, tapi masih normal kan ya? Diganti sama mainan, pasti ntar balik lagi jarinya yang diisep

    BalasHapus

Komentar akan dimoderasi.
Maaf hanya membalas komentar dari author perempuan.

© 2012 JuvMom - Juvenile Mom's Stories | Powered by Blogger | Design by Enny Law