Selasa, 27 Oktober 2015

Poligami Menurut Saya

Gara-gara kemarin lihat video perempuan yang curhat suaminya poligami di youtube, saya jadi pengen nulis ini. Poligami memang isu yang sangat sensitif yah. Hampir semua perempuan menentang poligami. Tapi saya bukan penentang poligami. Bisa dibilang saya pro poligami meski menyuarakannya dengan suara berbisik, haha. Maksudnya, saya juga punya rasa takut akan dipoligami. Saya menulis ini sekedar menuangkan pikiran saya mengenai poligami. Memandang poligami dari sudut yang agak berbeda dari kebanyak perempuan.

Poligami Itu Butuh Persiapan Kedua Belah Pihak

Dari video yang saya tonton saya bisa menyimpulkan beberapa hal. Salah satunya adalah poligami ini bukan hal yang bisa dilakukan secara dadakan. Kalau saat awal menikah gak pernah bilang mau poligami, lalu tiba-tiba di tengah-tengah pernikahan bilang mau poligami saat itu juga, ya siapa yang gak sakit. Saya pun bakalan sakit banget kalau seperti itu. Beruntungnya saya punya suami yang realistis. Meski kadang agak kelewat realistis, haha.

Dari awal kenal dan mulai ada niat serius nikah saya udah ditanyain mau dipoligami atau gak. Jawaban saya saat itu mau. Bukan karena saya kepepet mumpung ada yang mau sama saya. Cuma saat itu saya lagi banyak baca artikel Islam mengenai manfaat poligami. Akhirnya saya seperti terbawa arus. Tapi faktanya saat kami sudah menikah, tiap kali bicara poligami saya melihat suami seperti orang yang enggan poligami. Salah satu halnya karena takut gak bisa adil.

Terus kenapa dong dulu nanya mau poligami atau gak. Jawabannya adalah untuk persiapan saja. Siapa tahu nanti poligami. Namanya juga berumah tangga itu lama. Pasti ada macam-macam hal yang muncul. Dan masalahnya mempersiapkan hati untuk menerima dipoligami butuh waktu yang sangat lama. Saya selalu bilang, kalau saya gak siap kalau dipoligami untuk sepuluh tahun ke depan. Itu pun kalau sepuluh tahun lagi dipoligami belum tentu gak nangis, haha.

Itulah mengapa berpoligami gak bisa instan. Butuh banyak ilmu, banyak belajar dari orang-orang yang sukses dengan poligaminya. Poligami juga bukan sekedar memandang kesiapan suami. Sang istri juga perlu diperhatikan kesiapannya. Kalau dadakan gak mungkin bisa berjalan dengan baik poligaminya.

Menerima Poligami Memang Sulit Tapi Menolaknya Bikin Tambah Sakit

Saya yakin dari sekian banyak perempuan pasti sulit banget yang namanya nerima poligami. Kebanyakan pasti gak mau dipoligami. Bahkan lebih milih cerai dari pada dipoligami. Dulu saya juga gak mau menerima poligami. Saya benci banget poligami, rasanya dada panas tiap denger kata poligami. Tapi setelah banyak baca artikel Islam mengenai poligami dari sudut pandang yang benar saya merasa lebih adem. Pelan-pelan saya menerima poligami. Dan ternyata setelah pelan-pelan menerima poligami gak bikin dada saya panas lagi tiap denger kata itu. Meski saya masih saja takut jika kelak dipoligami.

Saya Memang Belum Merasakannya

Semua tulisan saya memang sekedar teori. Saya sama sekali belum pernah merasakan dipoligami. Semua hal pastilah ada pahit manisnya termasuk poligami. Jujur saja saya juga takut dipoligami. Tapi suami saya selalu bilang, kalau suatu saat nanti dia sudah siap poligami carikan istri yang bisa jadi sahabat saya juga. Bukan sekedar jadi madu. Satu hal yang gak bikin saya agak adem mendengar kata poligami adalah karena tujuan poligami suami saya bukan sekedar nafsu. Suami ingin mencarikan saya teman, supaya saat suami gak bisa mendampingi, saya masih punya teman.

Suami gak ingin saya tersakiti dengan poligami. Maka dari itu dia menanyakan sejak awal. Sehingga saya bisa menata hati saya, meski saya gak tahu apa akan berhasil. Tapi kalau udah ngomongin poligami dan melow gitu kadang suami bilang semua itu belum terjadi, nikmatin yang ada dulu saja, toh juga belum tentu poligami.

Saya sebenarnya juga punya harapan agar gak dipoligami tapi gak berarti menolaknya. Karena bagaimana pun juga perempuan memang gak suka berbagi suami, haha. Tapi seenggaknya dengan menerima poligami gak terlalu bikin saya kaget ketika kelak akan terjadi. Karena dari sekarang udah siap-siap rasa sakitnya kayak apa kalau dipoligami. Saya memang kadang sedikit terpaksa menerima poligami. Tapi ada guyonan begini, mendingan kepaksa masuk surga dari pada suka rela masuk neraka. Percayalah, semua yang sudah ditetapkan Alloh pasti ada hikmahnya.

21 komentar:

  1. Kemarin aku juga nonton video yang Ana itu. Penasaran. Tapi agak aneh karena dia pasang akun IG-nya di kertas terakhir, wkwk. Tentang poligami... ga tau lah aku haha monogami aja belom wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ta? Aku gak lihat sampai akhir :D

      Hapus
  2. Saya gak siap suami saya poligami, dan semoga ga pernah twrjadi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika memang poligami, doakan suami berbuat adil dan mendapatkan istri yang salihah dan mampu berbuat adil.

      Hapus
  3. entengnyaaaa hahhaa.. Saya juga kadang-kadang belajar bagaimana caranya saya gak sakit hati ketika ada yang mau poligami #janganSebutSuami hahaha..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apanya yang enteng Nul? Beraat tau :D
      Aku juga terus belajar Nul, susah eeuuy

      Hapus
  4. Dan biarpun sudah siap, tetep gamau di poligami. Ga ada perempuan yg mau di duain ya. Saya dah lihat videonya, sedih banget. Dan memang banyak teman yg kehidupan poligami, ada yg sukses, ada juga yg berantakan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah, aku gak bilang sudah siap kok. Aku hanya sedang persiapan :)
      Niat poligami yg salah juga bisa bikin poligami itu kacau.

      Hapus
  5. Wajar ketika suami takut gak bisa adil. Adil ini selalu jadi momok mengapa poligami seperti hal yang salah besar. Manusia tidak akan pernah bisa adil, tetapi hanya berusaha. Dan yang terpenting, gak ada juga manusia yang bisa menilai bahwa manusia tidak berbuat adil. Karena adil akan berbeda dimata masing masing individu. Pertimbangan yang baik adalah memeprsiapkan semua pihak yang berpoliogami, terutaam alandasan ilmunya.

    BalasHapus
  6. Takut untuk membayangkan.... #mending tutup mata dan tutup telinga sambil ngacir dan cuma hanya tau aja dulu :) Tapi ijin nyimak tulisannya yaa mbaa...

    BalasHapus
  7. aku juga liat vidionya...

    duh aku blm siap.... jujur deh ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. gpp jiah, cari calon bwt nikah dulu aja #Eh

      Hapus
  8. tapi kadang-kadang ada yang mengatasnamakan poligami demi memuaskan nafsu, daripada berzina mending poligami, yang begini tambah bikin wanita anti poligami

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itulah sebagian org yg bikin poligami rusak dan kesannya jelek. Dan nyebelinnya poligami identik dgn Islam. Pdhl Islam bkn agama pertama yg melegalkan poligami.

      Hapus
  9. Ikut curhat dech, sewaktu belum menikah, calon suami saya adalah pro poligami, jadi mengharapkan jika nanti dia menemukan seorang istrinya, yang siap kalau dipoligami. Nah, ijin Allah kami menikah tuh...sebelumnya ngobrol dong, mengenai poligami...saya bilang saya bukan menentang tapi alasannya harus jelas jika akan mengambil jalan poligami...eh calon suamiku malah jawab, poligami itu berat, ahrus benar-benar adil dan tidak ada pihak yang tersakiti, Noooh... Yuk ach beberes rumah, siapa tahu nemu ilham tulisaaan...eeeh, saya belum nonton videonya...kudet ya saya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba mirip kyk suamiku. Setelah menikah mlh jd mikir lg apa mw poligami. Kalo sembarangan ya bisa kacau. Butuh bnyk belajar

      Hapus
  10. saya juga baca video itu karena penasaran....klo mau jujur mana ada perempuan mau di poligami , eh mungkin ada cuma sedikit dan saya tidak termasuk hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup mba, kalau di Arab sana mungkin bnyk cwe yg mau dipoligami. Soalnya sdh lumrah :D

      Hapus
  11. Aku...aku... aku mau nulis juga ah pendapatku soal ini...hehhehehe

    BalasHapus

Komentar akan dimoderasi.
Maaf hanya membalas komentar dari author perempuan.

© 2012 JuvMom - Juvenile Mom's Stories | Powered by Blogger | Design by Enny Law