Rabu, 05 Oktober 2016

Standar Kencantikan


Pernah denger gak sih quotes "Beauty is pain?" Saya dulu gak paham kenapa kok bisa cantik itu sakit. Sampai suatu saat Indonesia terkena wabah Korean Wave, haha. Saya saat itu terheran-heran dengan wajah perempuan Korea yang sangat cantik dan kayaknya gak ada cacatnya. Dan gak sengaja suatu saat, salah satu situs yang sering menampilkan sinopsis drakor langgganan saya memosting tentang fakta yang cukup mencengangkan.

Ternyata standar kecantikan di Korea "tinggi". Bagi mereka mata sipit itu gak cantik, jadi yang cantik itu mata yang yang ada lipatannya, alias terlihat ada kelopak matanya. Bahkan sampai-sampai mereka rela membuat mata sipit mereka menjadi berkelopak dengan memakai double tape. Dan anehnya ketika ada seseorang yang memuji mereka cantik, justru mereka bilang, mereka gak cantik, tapi jelek.

Ini karena bagi mereka cantik itu mata berkelopak wajah tirus, kulit putih, tinggi dan langsing. Jadi kalau yang belum seperti itu belum cantik. Padahal cantik gak harus selalu seperti itu. Meski orang yang bermata sipit sekali pun mereka bisa tetep terlihat cantik. Bahkan yang gendut sekali pun mereka cantik. Mereka cantik dengan gayanya sendiri.

Mereka rela untuk melakukan apa saja untuk mendapatkan cantik menurut versi mereka. Bahkan yang warna kulitnya agak gelap berusaha untuk melakukan pemutihan wajah agar dapat terlihat lebih cantik. Kasihan banget yah.

Seharusny Gak Ada Standar Dalam Kecantikan Seorang Perempuan

Perempuan cantik sebagai mana diri mereka. Kalau ada standar cantik itu begini dan begitu, maka itu diskriminasi bagi perempuan. Saya sadar, perempuan memang jadi salah satu objek dalam industri hiburan atau pun lainnya. Kasihan juga para perempuan yang kecantikannya diekspoitasi dan dijadikan standar kecantikan untuk wanita lain.

Saya sendiri memilih untuk gak mengikuti standar kecantikan yang beredar. Meski tetep ya kalau berat badan naik dari yang seharusnya langsung kalang kabut. Tapi itu semata-mata bukan untuk cantik. Berat badan naik itu tandanya ada yang salah dengan pola hidup. Jadi perlu ditinjau ulang.

Cantik itu gak bisa didefinisikan seperti apa. Kadang ada orang yang gak mancung hidungnya tapi dia tetap terlihat cantik entah karena apa. Ada juga yang tubuhnya gembul tapi tetap terlihat cantik. Cantik ya cantik. Tapi katanya cantik itu gak relatif. Gak tahu lah itu sih kata John Terro. Saya gak ikutan, pokoknya kata suami saya cantik. Itu sudah cukup, haha. Sudah cantik hari ini? Atau dari kemarin? #gakpenting

5 komentar:

  1. hhahhahahahaha... Beautiful is me :))

    BalasHapus
  2. Kalau saya definisikan cantik itu ke innernya Mbak, saya suka lihat perempuan sederhana tapi cantik, dia cerdas dan bernilai.

    Contohnya seperti...

    Bu Risma. Nah Bu Risma itu so simpel banget tapi dia cantik, kuat innernya.

    Atau seperti Bu Khofifah, sederhana tapi cantik. Cerdas, enak dipandang. :)

    BalasHapus
  3. Kalau saya definisikan cantik itu ke innernya Mbak, saya suka lihat perempuan sederhana tapi cantik, dia cerdas dan bernilai.

    Contohnya seperti...

    Bu Risma. Nah Bu Risma itu so simpel banget tapi dia cantik, kuat innernya.

    Atau seperti Bu Khofifah, sederhana tapi cantik. Cerdas, enak dipandang. :)

    BalasHapus
  4. Cantik itu..... relatif aja sih, ya. Hehhe
    Setiap orang punya daya tarik tersendiri. Pun dengan cantiknya :D

    BalasHapus
  5. perempuan itu selalu cantik. dan cantik itu nggak butuh pengakuan dari siapa pun.
    just be yourself...#pede-aja-lagi

    BalasHapus

Komentar akan dimoderasi.
Maaf hanya membalas komentar dari author perempuan.

© 2012 JuvMom - Juvenile Mom's Stories | Powered by Blogger | Design by Enny Law