Cerita Lebaran Tahun Ini



Lebaran tahun ini menjadi lebaran pertama bagi saya dan suami untuk bisa ke Madura. Lebaran sebelumnya memang kami gak pernah ke Madura karena ada banyak halangan. Tahun lalu bapak mertua sakit cukup parah, sehingga kami gak mungkin pergi ke mana-mana. Dan tahun ini kami berlebaran tanpa bapak mertua.

Rencana pulang ke Madura ini memang sudah terpikirkan dari sebelum puasa. Karena kami gak punya halangan apa pun untuk gak pulang ke Madura. Justru kami punya alasan kuat untuk ke Madura karena adik dari mbahnya suami sedang dalam keaadaan yang kurang sehat.

Memulai Perjalanan Dari Surabaya

Selepas sholat Ied di masjid dekat rumah, saya dan suami bergegas ke rumah mertua untuk bersama-sama berangkat ke Madura. Lagi pula, adik ipar saya pakai motor Satria yang gak memungkinkan untuk bawa oleh-oleh. Jadi kami kebagian tugas bawa oleh-oleh.

Isi tas bayi yang sudah diacak-acak.


Karena anak kami sudah dua, jadi ibu mertua dan adik ipar boncengan dengan Aisyah. Saya sendiri yang membawa Hamzah dan dibonceng suami.

Ada sedikit drama saat kami akan berangkat. Karena bawa banyak oleh-oleh, tas saya pun gak muat untuk kami letakan di motor kami. Alhasil mertua yang membawa tas saya. Mana itu tas gede banget juga. Saya juga kasian melihat mertua bawa tas gitu besar. Mau dibawa sendiri kok susah juga apalagi saya bawa Hamzah. Jadi demi keamanan Hamzah tas itu dibawa mertua.


Pertama Kali Melewati Suramadu

Bagi saya ini pertama kalinya melewati Suramadu dengan sepeda motor. Sebelumnya sih sudah pernah pakai mobil. Ya, kalau pakai mobil sih biasa aja karena gak terpapar angin kencang. Nah ini pakai motor plus bawa anak. Saya cukup was-was.

Apalagi saat itu keadaan tol Suramadu cukup padat. Ada beberapa orang yang gak sabaran ingin menyalip dan ngaklon mulu. Dan itu bikin saya gugup, untung aja suami saya orangnya kalem aja. Coba saya yang nyetir, udah nangis kayaknya, haha.

Kesan Pertama di Sobi

Sampai di rumah Mbah Mi.

Madura ibu mertua saya memang terbilang cukup dekat. Kami hanya menghabiskan waktu kurang lebih 1,5 jam perjalanan, itu pun karena lalu lintas padat. Meski katanya sebentar, tapi cukup bikin pegel loh, ya bayangin aja duduk terus di motor gak berehenti sama sekali selama 1,5 jam. Apa gak pegel coba, haha.

Tapi semuanya terbayarkan saat sampai di rumah Mbah Mi (adik dari ibunya ibu mertua). Seperti kebanyakan rumah di pedesaan, rumahnya punya latar yang luas dan masih banyak pepohonan rindang. Kami disambut dengan hangat di sana oleh anak Mbah Mi. Hamzah yang sejak dari Surabaya sudah tidur langsung terbangun mendengar keriuhan. Saya awalnya khawatir Hamzah akan rewel.

Tapi ternyata saat saya letakan di bantal, dia justru terlihat begitu senang menatap pepohonan ridanang yang ada di depan rumah. Apalagi saat itu langit begitu cerah dan udara sejuk. Selepasnya dari gendongan, Hamzah langsung merangkak, merambati abinya dan memeluknya. Sepertinya dia kangen lihat abinya, haha.

Sedangkan Aisyah yang juga tidur di motor langsung minta ganti baju dan main pasir di dekat rumah. Saya pun lega bisa berdiri karena dari tadi udah pengen goler-goler aja.

Soto Bebek

Mbah Mi, kata ibu mertua saya orangnya pintar memasak. Jadi ketika kami main ke rumahnya, saya ingin sekali mencicipi masakannya. Tapi sayangnya karena Mbah Mi sudah sepuh, beliau gak lagi bisa memasak dan digantikan oleh anaknya.

Di sana, kami disuguhi soto bebek. Bagi saya soto bebek adalah hal yang asing. Kalau bebek goreng udah biasa banget kan ya. Tapi ini soto bebek, rasanya ternyata sangat enak. Sayangnya saya gak foto karena udah kalap makan duluan, haha.

Soto bebek ini berkuah santan dan warnanya kehijau-hijauan. Katanya pakai dau ka-reka, yang hanya ada di Madura. Sayangnya saya lupa bawa daun itu ke Surabaya. Padahal pengen coba bikin soto bebek sendiri sama mertua, huhu, sayang sekali.


Pulang Setelah Ashar


Kami memang gak berencana menginap di Madura, salah satunya karena ada keluarga lain yang memang langganan menginap di sana kalau lebaran gini. Dan kami gak cocok kalau ketemu mereka. Pasti deh anak kami ada yang nangis kalau ketemu keluarga ini. Padahal mereka gak bawa anak kecil seumuran anak kami yang menggangu anak kami. Tapi justru yang tua-tua itu yang suka gangguin anak kecil.

Dan bener deh, gak lama setelah mereka datang Aisyah jadi bad mood. Langsung deh kami buru-buru pulang. Kami sih memang ditawari untuk menginap, apalagi Mbah Mi senang sekali melihat anak kami yang anteng dan ceria bermain di sana.  Tapi ya mau bagai mana lagi, kami harus mengalah dan segera pulang.

Kami pulang sekitar jam empat dan sampai di rumah sebelum magrib. Itu pun karena saya mampir dulu di Alfa Midi buat beli siomay, haha.

Lebaran Tahun Depan...

Kalau gak ada halangan, lebaran tahun depan kami ingin bisa pulang ke Madura lagi. Meski hanya mampir sebentar tapi itu asyik banget.

Kalau moms, cerita lebarannya seperti apa nih? Mudik Gak?

1 komentar

  1. Memang harus extra hati-hati ya mudik bawa anak-anak yang masih kecil

    BalasHapus

Komentar akan dimoderasi.
Maaf hanya membalas komentar dari author perempuan.