Galau Imunisasi

Lagi hot tentang vaksinasi di FB. Ada beberapa situs yang menyebar hoax tentang vaksinasi katanya haram. Tapi saya percaya dengan salah satu artikel Dr. Raehanul Bahrain. Pertama karena dia seorang dokter dan seorang muslim. Tapi saya masih belum menerima untuk memvaksinasi anak kami.

Saya sendiri adalah bukti nyata dari orang yang kontra dengan vakinasi. Ayah saya memang membenci vaksinasi. Jadi anak-anaknya gak ada yang divaksin. Alhamdulillah kami jarang sakit. Tapi penyakit terberat saya adalah asma yang sudah lama sembuh. Sedangkan kakak saya dia sering radang amandel. Amandelnya ini karena kakak saya memang suka sekali makan berlebihan dengan makanan gurih yang gak sehat. Vaksinasi memang bukan jaminan gak akan terkena penyakit. Tapi katanya reaksi tubuh terhadap penyakit akan lebih sigap.

Saya benar-benar bingung. Saya merasa selama ini baik-baik saja tanpa vaksin gak seperti teman lain yang lengkap vaksinasinya. Karena saya lihat pola hidup mereka kacau. Gak seperti saya yang lebih sering makan masakan rumah. Belum lagi mereka makan makanan haram. Maklum dulu mayoritas teman saya bukan muslim.

Kadang saya berfikir pola hidup sehat akan lebih baik ketimbang imunisasi lalu pola hidupnya kacau. Tapi yang namanya penyakit gak bisa ditolak kalau udah takdir. Perkara ini lumayan bikin galau. Saya pernah dinasehati oleh dokter dekat rumah karena anak saya gak diimunisasi. Saat itu anak saya memang terkena batuk pilek karena ketularan saya. Beliau mengatakan betapa pentingnya imunusasi. Tapi hati saya tetap ragu. Sampai-sampai saya merasa butuh istiqoroh saat ini.

Apalagi tadi Dr. Raehanul Bahrain share cerita tentang seorang ibu yang anaknya meninggal karena kena tetanus dan dia memang gak diimunisasi. Nurani saya selalu melawan setiap kali saya hendak luluh mengimunisasi anak saya. Sesungguhnya gak ada penyakit yang bisa ditolak ajal seseorang akan menghampiri kapan pun sesuai takdir. Tapi sebagai seorang hamba bukankah kita harus berikhtiar? Apa cukup dengan menerapkan pola hidup sehat?

Beberapa waktu lalu Aisyah pilek hidunnya keluar ingus cukup banyak. Lalu saya mulai khawatir. Memang cuaca sedang dingin. Kemudian saya teringat untuk membacakan Al-Fatiha dengan kepercayaan bahwa Alloh akan menyembuhkan. Hingga akhirnya saya tertidur. Dan saat bangun Aisyah udah gak ingusan lagi. Dari sana seolah nurani saya ingin mengatakan gak butuh imunisasi. Seolah-olah doa saja cukup. Memang gak ada yang bisa menyembuhkab selain Alloh, Maha Suci Alloh Yang Maha Penyembuh.

Tapi lagi-lagi saya khawatir. Sungguh perkara ini bikin galau. Apalagi saya memang gak tahu ilmunya.
Curhatan galau ini ditulis dari Android. Mohon maaf kalau banyak typo atau mungkin rada geje.

Komentar