Pesona Banjar Berseri Astra Peguyangan

PT Astra Internasional (Tbk.) lewat program Kampung Berseri Astra (KBA) berusaha memberikan dukungan terbaik bagi kampung-kampung di Indonesia untuk berkembang. Negara kita sebenarnya memiliki potensi besar yang bisa dimaksimalkan. Setiap wilayah di Indonesia memiliki potensi masing-masing yang sebenarnya bisa memberikan keuntungan bagi masyarakat Indonesia.


KBA adalah sebuah program pengembangan potensi sebuah kampung yang dilakukan berdasarkan 4 pilar CSR (corporate social responsibility). 4 pilar tersebut adalah pilar pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan kewirausahaan. KBA terbagi menjadi 5 macam yaitu kampung budaya, kampung hijau, kampung wisata, kampung cyber, dan kampung produktif.

Sampai saat ini sudah ada 77 kampung dari berbagai wilayah di Indonesia yang tergabung sebagai anggota dari KBA. Salah satu kampung yang tercatat sebagai anggota KBA adalah daerah Peguyangan yang berlokasi di kecamatan Denpasar Utara, Denpasar, Bali. Peguyangan telah dinobatkan sebagai anggota KBA pada tahun 2015 silam dan terus mengalami perkembangan sampai sekarang.

Potensi Peguyangan

Masyarakat Bali lebih suka menyebut program dari Astra ini dengan nama Banjar Berseri Astra bukan Kampung Berseri Astra. Banjar itu sendiri merupakan cara penyebutan pembagian wilayah di Bali. Pemilihan Peguyangan sebagai anggota KBA terjadi bukan tanpa alasan. Pihak Astra tentu tidak ingin asal-asalan memilih kampung yang berpotensi untuk menjadi anggota KBA.

Masyarakat Peguyangan memiliki potensi untuk mengembangkan diri dan memajukan wilayah mereka. Selain itu, Peguyangan juga memiliki wilayah yang strategis dan memiliki banyak keunikan serta potensi yang sangat mungkin untuk dikembangkan. Karena itulah Astra memilih Peguyangan sebagai bagian dari KBA.

Pilar Pendidikan dan Kesehatan Peguyangan

Telah disinggung sebelumnya bahwa ada 4 pilar yang menjadi dasar dalam pelaksanaan program KBA. Untuk pilar pendidikan, program ini lebih berfokus pada sekolah baik untuk jenjang SD maupun SMP. Tak hanya fokus pada ilmu pengetahuan namun pendidikan ini juga berfokus pada pembentukan karakter anak seperti kebiasaan hidup sehat hingga kebiasaan menjaga lingkungan hidup di sekitarnya.

Sementara itu untuk pilar kesehatan, Astra memiliki program pembinaan posyandu untuk masyarakat Peguyangan. Pelatihan dan pembekalan kepada kader PKK gencar dilakukan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Selain itu, dilakukan juga penekanan pada sosialisasi kebiasaan hidup sehat bagi masyarakat sekitar.

Pilar Kewirausahaan dan Lingkungan

Perekonomian masyarakat bisa meningkat jika masyarakat mau berusaha. Salah satu caranya adalah dengan mengembangkan diri untuk berwirausaha. Masyarakat Peguyangan mendapatkan bimbingan budidaya jamur dan bagaimana memanfaatkan kegiatan ini sebagai sumber penghasilan. Hingga sekarang, budidaya jamur menjadi salah satu bidang yang banyak digeluti dan memberikan kemajuan signifikan.

Lalu bagaimana dengan pilar lingkungan dari Peguyangan? Fokus pilar lingkungan di sini adalah ekowisata. Penanaman pohon dan beragam jenis tanaman dilakukan untuk membuat lingkungan yang asri dan sehat. Selain itu banyak juga jenis sayuran yang ditanam sebagai wujud pengelolaan lingkungan yang lebih sehat.

Potensi Wisata di Peguyangan

Bali selalu menjadi pilihan destinasi wisata yang terbaik untuk dikunjungi. Setiap tempat di Bali tampaknya selalu menawarkan keindahan begitu juga dengan kampung-kampung yang ada di sana. Termasuk wilayah Peguyangan yang memiliki banyak hal menarik untuk dinikmati apalagi setelah kini semakin berkembang dengan adanya program KBA.


Usaha masyarakat dan bimbingan Astra untuk mewujudkan ekowisata di Peguyangan bisa dikatakan berhasil. Banyak pemandangan dan lingkungan indah yang bisa kita nikmati di sana. Salah satu poin menarik dari Peguyangan yang bisa digali lebih dalam lagi adalah subak atau sistem pertanian Bali yang unik sekaligus menarik. Hal ini juga yang menjadi poin yang membuat Peguyangan terpilih menjadi Kampung Berseri Astra.

Tidak ada komentar

Komentar akan dimoderasi.
Maaf hanya membalas komentar dari author perempuan.