Berempati



Kalau belum merasakan ribetnya jadi seorang ibu, memang mudah sekali meremehkan, "Halah gitu doang dicurhatin." Tahu gak sih, jadi ibu itu sulit, jangan dipersulit lagi dengan demotivasi dari sesama ibu. Seharusnya sesama ibu saling support, sereceh apa pun curhatan para emak, paling gak balas lah dengan kata-kata suportif, "Semangat ya, kita semua juga sama-sama berjuang!" Ya kalimat itu sepele kelihatannya tapi efeknya besar untuk orang yang sedang dalam kondisi down.

Memang semakin lama saya semakin berusaha menjadi pribadi yang gak judgmental. Apalagi dengan sagala pengalaman yang saya lewati, bertemu orang judgmental itu menyebalkan dan bisa bikin hidup kacau. Saya gak maulah jadi orang yang membuat hidup orang lain jadi kacau. Kalau gak bisa kasih solusi, beri kata-kata suportif dan doakan.

Saya juga beruntung, berada di circle pertemanan yang sehat. Teman-teman saya hampir kebanyakan tipikal yang gak judgmental, saling support satu sama lain. Timeline saya cukup adem ayem, jarang sekali ada mom war. Biasanya yang sering mom war ini orang yang sulit berempati. Buat apa juga berdebat dengan sesuatu yang ranahnya sangat privat. Tiap orang punya pilihan, dan tiap pilihan juga punya alasan. Jadi biarlah mereka memilih dengan kondisinya masing-masing. Bukan kah tiap keluarga kondisinya berbeda?

Sebenarnya ini tulisan hanya sekedar uneg-uneg karena ada hal yang membuat saya terganggu beberapa waktu lalu. Sekalian juga update blog, hihi.

Tidak ada komentar

Komentar akan dimoderasi.
Maaf hanya membalas komentar dari author perempuan.