Proses Menyapih Si Kecil dengan Cinta


Gak terasa ternyata Hamzah akan segera dua tahun. Artinya sudah harus disapih. Meski kami punya rencana untuk menyapihnya sebelum saya melahirkan. Sayangnya hingga hari ini saya masih belum menyapihnya. Entahlah masih sulit untuk menyapih Hamzah. Saya suka sekalia melihat Hamzah yang masih bersemangat menyusu pada saya. Belum lagi anak ini memang sangat lengket dengan saya. Jadi rasanya gak pengen disapih. Toh juga kehamilan saya alhamdulillah baik-baik saja meski Hamzah masih menyusu.

Gak dipungkiri ya selama ini saya gak pernah menyusui sampai 2 tahun penuh, karena selalu ada halangan. Niatnya memang Hamzah akan saya susui penuh hingga 2 tahun. Tapi takdir berkata lain, sebelum genap 2 tahun insyaAllah Hamzah akan punya adik lagi. Jadi kami harus segera menyapihnya.

Meski memang terkadang rasanya ingin membiarkan Hamzah menyusu hingga 2 tahun, tapi demi kebaikan kedua anak kami terpaksa Hamzah harus mengalah duluan untuk berhenti menyusui. Seenggaknya saya sudah berusaha untuk menyusuinya selama lebih dari setahun.

Persiapan Menyapih


Menyapih memang bukan perkara yang mudah. Ada emosi yang bergejolak ketika akan menyapih si kecil. Saya juga tahu betul Hamzah juga akan gelisah ketika dia gak bisa menyusu. Berbekal pengalaman dari si kakak saat disapih, jadi sudah gak terlalu bingung banget hanya saja sedikit was-was Hamzah akan sulit tidur siang.

Hal yang harus dipersiapkan matang-matang saat akan menyampih adalah mental kedua orang tua. Karena harus tega melihat si kecil jika nantinya akan merengek minta ASI. Kalau gak tega ya gak mungkin bisa lepas dari ASI.

Setelah mental siap, saya juga memberikan Hamzah minuman alternatif seperti jus dan air putih. Namanya juga biasanya minum ASI, eh pas disapih harus lepas dari susu tentunya akan merasa kehilangan. Jadi seenggaknya kalau ada penggantinya dia gak merasa terlalu kehilangan. Apalagi Hamzah ini anaknya cukup aktif, pastinya butuh asupan gizi yang cukup agar bisa tetap aktif.



Selain alternatif jus dan air putih, saya juga mengenalkan Hamzah pada susu. Saya memang sudah mengenalkan Hamzah pada susu UHT sejak 14 bulan. Saya memilih susu UHT karena masih berbentuk susu asli, bukan susu yang sudah diolah seperti susu padatan atau susu kental manis. Menurut saya susu UHT lebih praktis juga untuk dibawa.

Oiya pemberian susu UHT ini bisa dimulai saat anak mulai 12 bulan ke atas ya. Pemberian susu sapi di bawah 12 bulan sangat gak dianjurkan karena pencernaan si kecil yang belum sempurna dapat menyebabkan ganguan pencernaan.

Semakin Aktif Setelah Disapih

Gak dipungkiri setelah disapih biasanya anak akan menjadi lebih aktif. Karena apa? Ya karena mereka gak bisa tidur tanpa menyusui. Alhasil anak pun akan bermain hingga lelah.

Anak aktif adalah salah satu tanda kalau anak tersebut sehat bukan? Hamzah yang Agustus nanti menginjak umur 2 tahun memang cukup aktif. Suka sekali bermain bola. Belum lagi rasa ingin tahunya membuat Hamzah jadi sering sekali mengeksplorasi isi rumah. Meski dengan konsekuensi rumah kacau ya.

Tapi ya gak terlalu masalah, karena setelah bermain anak-anak selalu saya ajarkan untuk membereskannya kembali. Meski gak beres seperti saat saya yang membersihkan tapi itu sudah baik, namanya juga masih belajar. Nanti juga lama-lama mereka mengerti bagaimana membereskan mainanya dengan lebih rapi lagi.

Hamzah juga suka sekali berjalan-jalan di depan rumah, terkadang berlari bersama kakaknya yang bermain. Dan keaktifannya ini tentu harus diimbangi dengan asupan gizi yang cukup. Apalagi belakangan ini memang sedang digalaknya untuk para orang tua melek dengan stunting. Sehingga parameter si kecil aktif juga harus diimbangi dengan pertumbuhan fisik yang sesuai dengan usianya.

Menunjang Keaktifan Si Kecil dengan Susu UHT Indomilk Kids Full Cream

Seperti yang disebutkan sebelumnya, Hamzah memang sudah mulai minum susu UHT. Minum susu memang sebagai salah satu asupan gizi untuk menunjang tumbung kembangnya.

Memilih susu UHT ini sebenarnya gampang-gampang susah. Apalagi kan banyak sekali merek susu UHT untuk anak. Tapi salah satu pertimbangan saya memilih susu UHT selain karena merek, saya juga mengamati komposisi susu UHT tersebut terlebih lagi kandungan gizinya yang bisa kita lihat di kemasannya.



Nah susu UHT Indomilk Kids Full Cream ini memiliki kandungan kalsium yang tinggi untuk nutrisi si kecil. Apalagi selepas ASI si kecil akan butuh sekali kalsium untuk menunjang tumbung kembangnya. Selain kadungan gizi, susu UHT Indomilk Kids Full Cream, ini juga bebas gula dan garam loh.

Ya, memang garam biasa ditambahkan pada susu UHT. Fungsinya adalah menambah rasa gurih pada susu tersebut. Sayangnya jika dikomsumsi oleh balita, tentunya bukan hal yang baik. Apalagi kandungan garam pada susu UHT juga dapat menyebabkan mudah cepat haus.

Kalau tanpa gula berarti gak manis dong? Memang susu UHT Indomilk Kids Full Cream ini rasanya manisnya sangat sedikit, manis alami dari susu itu sendiri. Karena secara alami susu sapi asli juga ada rasa manisnya tapi sangat sedikit sekali dan terkesan hambar. Justru ini bagus untuk anak-anak loh. Karena jika terlalu sering minum yang mengandung gula dapat menyebabkan banyak masalah seperti obesitas dan karies pada gigi.

Yuk Ikutan Kompetisi Blognya

Buat para moms yang anaknya minum susu UHT. Indomilk Kids lagi mengadakan kompetisi blog nih. Bisa banget nih buat ikutan apalagi hadiahnya menarik loh. Ketentuanya bisa di lihat di sini ya https://mommyasia.id/7372


4 komentar

  1. Susu UHT Indomilk Kids Full Cream memang pilihan saya banget nih untuk anak-anak :D

    BalasHapus
  2. Bener banget Bunda Susu UHT Indomilk Kids Full Cream memang kaya nutrisi

    BalasHapus
  3. Susu UHT Indomilk Kids Full Cream memang cocok buat anak, selain nutrisi yang terkandung susu ini juga enak :D

    BalasHapus
  4. Susu ini memang favoritnya adik saya yang kecil juga wkwk

    BalasHapus

Komentar akan dimoderasi.
Maaf hanya membalas komentar dari author perempuan.