Speech Delay, Tanda dan Cara Mengatasinya


Perkembangan setiap anak memang gak ada yang sama. Selalu saja ada drama tersendiri saat membesarkan anak-anak. Seperti salah satunya pada anak ketiga kami Hamzah. Di umurnya yang sudah dua tahun, Hamzah menunjukan tanda-tanda speech delay. Bagi saya tentu ini hal yang cukup menakutkan. Mengingat kakaknya tidak mengalami tanda speech delay dan dapat berbicara sangat baik sejak kecil.

Saya mengakui karena saat di rumah saya hanya berdua dengan Hamzah, saya sering sekali hanya diam. Saya mengajak berbicara Hamzah gak cukup intens. Padahal anak di bawah umur dua tahun seharusnya distimulasi dengan sering mengajak berbicara.

Dulu saat kakaknya, saya memang gak perlu repot-repot berbicara aktif. Karena saat itu masih tinggal di rumah mertua yang cukup ramai. Semua orang sangat menyukai si kakak dan sering mengajak berbicara.

Tanda Speech Delay



Speech delay dapat dideteksi sedini mungkin sebelum umur dua tahun. Bahkan saat bayi berumur 8 minggu bayi sudah mulai menunjukan tanda-tanda. Biasanya bayi umur tiga bulan sudah mulai mengoceh ini itu. Semakin besar, ocehannya juga semakin jelas dan di umur satu tahun setengah seenggaknya ada lima kata yang bisa diucapkan, seperti maem, mama, papa, iya, gak, atau kata-kata lainnya. Untuk lebih jelas tanda speech delay sebelum umur dua tahun bisa dilihat di infografis di atas.

Pada umur dua tahun ini Hamzah memang sudah mulai berbicara seperti jajan, maem, om, bi, mama, tajem, jus, bebek, gajah, maung, mah. Tapi ini masih belum bisa menggabungkan dua kata. Dan belum juga bisa memanggil namanya sendiri. Apalagi kalau ditanya masih belum bisa jawab.


Anak yang mengalami speech delay juga rentan sekali tantrum. Karena gak bisa mengungkapkan perasaannya dan merasa frustasi dengan orang sekitar yang gak bisa memahaminya.

Tantrum ini memang terasa sekali pada Hamzah, saya pernah merasa sangat penat, karena selama berbulan-bulan Hamzah selalu mudah marah dan menangis. Belum lagi menenangkannya juga sangat sulit.

Untuk mengetahui anak mengalami speech delay atau gak bisa dicek lewat webstie dini.id. Sebenarnya ini gak hanya untuk cek speech delay aja sih. Tapi perkembangan anak secara umum. Di awal halaman kamu tinggal isi data yang diminta. Nanti akan dihubungi via WA untuk mendapatkan link untuk menuju ke halaman assesstment seperti ini.




Mengatasi Speech Delay

Hasil dari assesstment di Dini.id ternyata menunjukan kalau Hamzah mengalami masalah pada beberapa aspek. Dan yang paling parah adalah aspek sosial, emosi, kemandirian dan kognitif. Di sini juga perkembangan berbicara Hamzah hanya 67% yang artinya belum optimal.
Hasil test dari website dini.id.

Intervensi dini pada anak yang terdeteksi speech delay memang sangat penting. Mengetahui dini tanda-tanda speech delay akan sangat membantu untuk mengatasi masalah ini secepat mungkin. Semakin cepat ketahuan, maka mengatasinya juga akan menjadi lebih mudah. Jangan tunggu sampai anak besar baru sadar kalau anaknya ternyata speech delay.

Memang saya sudah merasakan sepertinya Hamzah terlambat berbicara. Tetapi kadang saya merasa oh, jangan-jangan saya hanya terlalu khawatir berlebihan. Atau ada anggapan bodoh, maklum anaknya jalan duluan jadi ngomongnya belakangan, hahaha. Padahal saya memang kurang menstimulasinya karena saya sering malas berbicara. Jadi solusinya adalah dengan memperbanyak interaksi dengan Hamzah.

Beberapa hari lalu Hamzah sudah bisa menjawab pertanyaan saya. Saat saya tanya dia makan apa, spontan dia menjawab "jajan". Padahal selama ini kalau ditanya pasti gak akan dijawab. Saya sangat bersyukur sekali sejauh ini sudah mulai terlihat perkembangan dari Hamzah. Kosakatanya juga sudah lumayan banyak. Tinggal membiasakan Hamzah untuk sering berkomunikasi dua arah.


Oiya bagi kamu yang ada di Jakarta, Dini.id ini juga menyediakan solusi dari permasalahan speech delay. Program play and learn bisa kamu ikuti di Apple Bee Playground Mal Taman Anggrek setelah melakukan assesstment. Biayanya 1,2 juta per bulan, lumayan mahal sih tapi ini harga diskon loh.

Buat para mom yang ini tahu perkembangan anaknya bisa dicek yuk pakai Dini.id ini.

Tidak ada komentar

Komentar akan dimoderasi.
Maaf hanya membalas komentar dari author perempuan.